Kalkulator replenishment

Ubah kecemasan replenishment menjadi keputusan reorder yang terhitung

Workbook memakai rumus safety stock standar: faktor layanan dikali standar deviasi permintaan harian dikali akar kuadrat lead time pemasok. Baris berubah merah saat inventori saat ini berada di bawah reorder point.

safety stock reorder point service level peringatan merah
Metode
Std. dev.

Safety stock

Input
4 field

Variabel inti

Peringatan
Merah

Inventori rendah

Output
3 field

Safety stock, reorder point, jumlah pesanan

Contoh input

Contoh input replenishment

Inventori saat ini, lead time, safety stock, dan jumlah pesanan yang disarankan terlihat dalam satu baris.

Item Minuman gudang Midwest
Service level 95%
Lead time pemasok 7 hari
Inventori saat ini 320 unit
Pesanan disarankan 185 unit

Unduh gratis

Tinjau struktur kalkulasi replenishment

Kelola SKU, inventori saat ini, permintaan harian rata-rata, varians permintaan, lead time pemasok, dan service level dalam satu model.

File

supply_chain_safety_stock_reorder_point_calculator_template_id.xlsx

Sheet
5
Kasus penggunaan
Keputusan replenishment dan kalkulasi reorder point
Ubah service level menjadi faktor layanan.
Gunakan akar kuadrat varians permintaan sebagai standar deviasi permintaan harian.
Terapkan format bersyarat merah saat inventori saat ini berada di bawah reorder point.
Unduh template Excel

Isi kolom input biru terlebih dahulu, lalu tinjau reorder point dan jumlah pesanan yang disarankan.

Alur kerja

Alur kalkulasi safety stock

Masukkan permintaan dan lead time, hitung reorder point, lalu tangani baris peringatan merah terlebih dahulu.

1

Masukkan variasi permintaan

Gunakan permintaan harian rata-rata dan varians permintaan, bukan hanya menetapkan stok berdasarkan intuisi.

2

Pilih service level

Terjemahkan target stockout menjadi faktor layanan.

3

Tinjau reorder point

Reorder point sama dengan permintaan selama lead time ditambah safety stock.

4

Tindaklanjuti peringatan merah

Item di bawah reorder point naik ke bagian atas daftar replenishment.

Batas adopsi

Kapan spreadsheet cukup dan kapan sistem membantu

Workbook supply chain cocok untuk menyelaraskan logika keputusan. Saat sumber data, izin, dan pengingat bertambah, pindahkan bagian yang berulang ke sistem.

Cocok untuk spreadsheet

Satu gudang atau kumpulan SKU kecil

Saat jumlah SKU rendah dan replenishment stabil, workbook sudah cukup cepat.

  • Kumpulan SKU kecil
  • Pembaruan manual
  • Tinjauan mingguan
Sistemisasi parsial

Peringatan perlu routing

Sistemkan peringatan stok rendah saat tim purchasing dan gudang sama-sama membutuhkan notifikasi.

  • Banyak owner
  • Notifikasi stok rendah
  • Persetujuan replenishment
Sistemisasi penuh

Perencanaan multi-gudang

Saat gudang, pemasok, dan kanal bertambah, kalkulasi sebaiknya dipindahkan ke sistem bersama.

  • Banyak gudang
  • Sinkronisasi otomatis
  • Riwayat persetujuan

FAQ

FAQ template supply chain

Tinjau input dan batas operasional sebelum mengunduh.

Mengapa memakai varians permintaan, bukan hanya permintaan rata-rata?

Permintaan rata-rata menunjukkan level, tetapi varians menunjukkan ketidakpastian. Keputusan replenishment membutuhkan keduanya.

Apakah service level dapat diubah?

Ya. Template menyertakan contoh seperti 90%, 95%, dan 98%, dan Anda dapat memasukkan target sendiri.

Apakah peringatan merah berkedip?

Tidak. Workbook standar tanpa makro memakai format bersyarat merah, bukan efek berkedip.