Plot tetap (Fixed plot)
Gunakan luas plot yang diketahui dan daftar DBH untuk menghitung luas dasar per satuan luas serta kerapatan batang.
Hitung luas dasar, kerapatan batang, dan DBH rata-rata (QMD) dari survei petak tetap dan sudut-gauge BAF.
Gunakan kosakata kehutanan yang sama untuk DBH, BAF, dan QMD sambil beralih antara metrik / imperial dan mm / cm / in.
Peringatan
--
| Jumlah pohon | Luas dasar | Kerapatan batang | DBH rata-rata aritmetika | QMD | |
|---|---|---|---|---|---|
| -- | |||||
Gunakan luas plot yang diketahui dan daftar DBH untuk menghitung luas dasar per satuan luas serta kerapatan batang.
Gunakan daftar DBH pohon sampel dan BAF untuk memperkirakan luas dasar per satuan luas serta kerapatan batang dari sampel titik.
DBH rata-rata utama yang digunakan adalah QMD (quadratic mean diameter). DBH rata-rata aritmetika ditampilkan sebagai pemeriksaan sekunder jika terdapat nilai diameter tingkat pohon.
Rata-rata utama yang ditampilkan oleh alat ini adalah QMD. DBH rata-rata aritmetika hanya ditampilkan sebagai pemeriksaan sekunder jika ada nilai diameter tingkat pohon.
Ya. Dengan memasukkan nilai DBH, alat ini memperkirakan kerapatan batang berdasarkan faktor ekspansi masing-masing pohon sampel.
Keduanya diperbolehkan selama Anda menggunakan satu standar pengukuran yang konsisten untuk nilai yang dimasukkan. Alat ini tidak melakukan koreksi otomatis terhadap standar tinggi.
Tidak. Alat ini hanya menggabungkan angka-angka setelah penghitungan (tallying) di lapangan dilakukan.
Ya, tetapi URL bisa menjadi sangat panjang. Silakan gunakan fitur ekspor dan impor JSON untuk survei dengan data yang lebih besar.
Diameter setinggi dada (Diameter at Breast Height). Diameter batang pohon yang diukur pada tinggi dada.
Luas penampang melintang batang pohon setinggi dada.
Jumlah pohon per satuan luas lahan.
Quadratic Mean Diameter. Nilai DBH rata-rata yang diturunkan dari luas dasar dan kerapatan batang.
Faktor Luas Dasar (Basal Area Factor). Faktor yang digunakan dalam survei menggunakan alat pembatas sudut (angle gauge).
Metode penghitungan menggunakan plot dengan luas area yang telah diketahui.
luas dasar pohon = π × (dbh / 2)²
luas dasar per luas lahan = Σ luas dasar pohon / luas area sampel
kerapatan batang = jumlah pohon / luas area sampel
QMD = sqrt(4 × luas dasar per luas lahan / (π × kerapatan batang))
luas dasar baris BAF = jumlah pohon masuk × BAF
kerapatan batang baris BAF = Σ (BAF / luas dasar pohon)